Best Blogger Tips

Saturday, 3 January 2015

Aku, salah satu generasi pasca reformasi (part I)



(Kisah ini dikirim dari mimpi seseorang yang tak ingin disebutkan namanya)

Terik sinar matahari tidak menyurutkan niat kami untuk berkumpul, berbaris rapi, berangkulan pundak, di tengah arus lalu lintas dan suara klakson bersahut-sahutan.Teriakan-teriakan terus membahana, bercorongkan toa tua kami bergantian memantik semangat teman-teman demonstran. Demo ini telah kami rencanakan dengan matang sebelumnya, segala peralatan mulai dari spanduk dan masa sudah siap sejak pagi tadi
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Wednesday, 24 December 2014

Momentum Reformasi dan Kebangkitan Sektor Pesisir Menyambut AEC 2015


Indonesia adalah salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia yakni mencapai lebih dari 80.000 km. Dengan garis pantai sepanjang itu dan beragam potensi bahari, negara ini semestinya memiliki kebijakan yang melindungi kawasan pesisir sehingga mampu mewujudkan pemanfaatan ekonomi yang berkelanjutan (sustainable development). Keberlanjutan adalah bagaimana kita mampu mengintegrasikan tiga nilai dasar yakni sosial, ekonomi, dan ekosistem alam. Permasalahan yang acap kali terjadi adalah eksploitasi sumberdaya alam secara berlebihan demi menggerakkan roda perekonomian yang berakibat pada kerusakan ekosistem alam. Pertanyaannya adalah bagaimana  menjaga dan mengelola sumber daya alam secara terpadu  tanpa mengorbankan aspek sosial ekonomi masyarakat?
Menyambut Asean Economic Community (AEC) di tahun 2015, jalan untuk memperkuat sektor perekonomian lokal di pesisir yang selama ini terabaikan sudah tidak dapat ditawar lagi. Pemerintahan baru yang terbentuk kelak tidak boleh mengulangi kesalahan dari pendahulunya. Sumber daya alam seperti hutan dan minyak bumi sudah mengarah pada beban pembangunan sebagai akibat pengelolaan yang kurang bijaksana, sehingga sudah saatnya kita mengambil opsi pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut karena keberlimpahan sumberdaya yang ada serta belum dikelola secara optimal dan profesional. Agar tidak bernasib seperti hutan dan minyak bumi Indonesia, pengembangan ekonomi pesisir harus diletakkan atas dasar kearifan lokal daerah yang bersangkutan, melalui pemanfaatan dan pelibatan sumberdaya lokal (SDM, kelembagaan, Teknologi, SDA dan modal) yang di perkokoh dengan dukungan dari pemerintah.
Indonesia kelak harus mampu menjawab tantangan global dalam hal pengelolaan lingkungan hidup. Reformasi pengelolaan lingkungan yang baik dapat mengurangi tingkat trust defisit pemerintah Indonesia di kalangan Internasional yang akhir-akhir ini terjadi. Komitmen pemerintahan SBY dalam Conference of the Parties Convention on Biological Diversity (COB CBD) di Brazil tahun 2006 untuk mewujudkan target 20 juta hektar kawasan konservasi kelautan pada 2020 patut diapresiasi dan dilanjutkan. Oleh karena itu, menyambut AEC 2015 kita harus meyakini bersama pemerintahan yang terbentuk kelak bahwa pembangunan ekonomi pesisir secara berkelanjutan hanya akan tercapai melalui integrasi dan harmonisasi antara pemanfaatan dan konservasi sumberdaya alam.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Memahami Semiotika Propaganda Pemira Kampus



Pemilihan Raya atau yang biasa disingkat Pemira di berbagai Kampus adalah sebuah tradisi tahunan pemilihan perangkat lembaga kemahasiswaan.  Pemira dapat dianggap sebagai miniatur pemilu dengan lingkup fakultas atau universitas. Layaknya pemilu pada umumnya, dalam pemira terdapat berbagai calon perangkat lembaga kemahasiswaan, mulai dari eksekutif hingga legislatif. Para calon ini, demi mendongkrak perolehan suara dalam pemira, berbagai cara tentu dilakukan untuk membangun citra yang positif di mahasiswa lain.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Wednesday, 10 December 2014

Dinamika Pergerakan Pers Mahasiswa dalam Pemilu Kampus



Pemilu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari suatu pemerintahan yang demokratis. Tidak terkecuali di kampus, pesta demokrasi berupa pemilihan Ketua/Wakil Ketua BEM serta Senat senantiasa berjalan rutin tiap tahunnya. Meskipun pada kenyataannya perhelatan akbar ini tidak menarik perhatian setiap penghuni kampus tetapi menarik untuk dibahas bagaimana dinamika pers kampus berjalan ditengah kontestasi politik.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Monday, 6 October 2014

Will Indonesia Play a Role in Violence at the Name of Religion ?

Will Indonesia Play a Role in Violence at the Name of Religion ?

Indonesia is the bigest Islamic States in the world, around 200 milion muslims live here or 90 percent of their population,  Wow :) . As a largest muslims, Indonesia must play their crucial role to build a new face of Islam. Sometimes people in western countries look at Islam and think it must be violent religion, but Indonesia is an exception. It is very dificult for some people to understand about this religion if they only look at a small number of Arab Countries.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Mengejar Pembangunan Inklusif Tenaga Kerja



Mengejar Pembangunan Inklusif Tenaga Kerja

Memasuki tahun 2014 ASEAN Economic Community (AEC) menjadi topik yang semakin hangat diperbincangkan oleh hampir semua kalangan, khususnya bagi para tenaga kerja. Setiap negara yang tergabung dalam ASEAN akan memasuki babak baru dalam sejarah percaturan geopolitik dan geoekonomi global. Salah satu hal yang melatarbelakangi terbentuknya AEC adalah adanya presepsi dari negara-negara ASEAN apabila tidak tergabung dalam sebuah pasar besar yang terintegrasi, maka akan tergerus dalam persaingan global yang semakin meningkat.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Candu Subsidi BBM



Candu Subsidi BBM

Beberapa hari ini polemik perihal subsidi BBM kembali mengemuka di ruangpublik. Kini Indonesia harus bersiap memasuki babak baru dalam sejarahnya karena akan dihadapkan pada berbagai pilihan kebijakan yang sulit dibidang fiskal.

Menaikan harga BBM akan menjadikan harga barang meningkat, daya beli masyarakat menurun, dunia usaha lesu karena bahan baku dan biaya produksi melonjak naik, serta pengangguran dimana-mana. Mencabut atau mengurangi subsidi BBM akan berdampak pada meningkatnya inflasi. Jika dampak dari inflasi semakin parah hingga tidak terkendali (hiperinflasi), maka dapat menurunkan perekonomian masyarakat secara luas  yang menjadi penyebab lesunya pertumbuhan ekonomi negara. Disisi lain sulit untuk berbicara perihal pertumbuhan ekonomi tanpa infrastruktur yang memadai. Padahal selama ini pembangunan infrastruktur seperti tersandera oleh subsidi BBM yang mencapai ratusan triliun. Di APBN 2014, alokasi dana untuk infrastruktur hanya 2, 3 persen, padahal India menganggarkan hingga 7 persen dan Tiongkok 11 persen. Kelak Pemerintahan yang baru harus berani mengambil keputusan yang tidak populer dengan meninjau subsidi BBM. Karena semakin lama diberikan subsidi BBM justru menjadi candu. Kelak ketika era ASEAN Economic Community mulai berjalan Indonesia akan berhadapan dengan persaingan ditingkat global, jumlah penduduk yang semakin banyak, serta dinamika masyarakat beraneka ragam. Permasalahan baru pun akan muncul apabila infrastruktur tidak segera ditingkatkan-Pebri

Opini ini sebelumnya telah dimuat di Suara Merdeka, Kamis 11 September 2014
Read More..
Bagikan Artikel Ini :