Best Blogger Tips

Sunday, 8 October 2017

Kita dan Ancaman Penjajahan Digital

Image result for e commerce
Beberapa hari ini sempat lekat ditelinga kita soal gaduh bangkitnya lagi PKI (tepatnya ideologi komunisme). Entah darimana asalnya isu ini, tapi telinga saya sedikit risih mendengarnya. Isu PKI bangkit seolah-olah menjadi isu yang lebih menarik dan urgent untuk dibahas hingga kita mengesampingkan beberapa isu global yang menjadi musuh dunia seperti terorisme, kerusakan alam, atau kemiskinan. Netizen diracun dengan isu bahwa PKI bangkit itu lebih menakutkan dibandingkan ancaman ISIS, laju deforestasi atau kerusakan alam yang kian besar, serta kesenjangan ekonomi yang kian lebar.  PKI adalah sejarah bangsa beserta dinamika masa lalunya yang akan selalu menarik untuk diketahui dan dikenang. Semakin menarik lagi ketika kita pelajari gagasan dari alimin, semaon, dan tan malaka. Hanya, untuk saat ini saya rasa kita punya musuh yang lebih besar dan seharusnya lebih penting untuk dibahas.  ISIS yang telah membangun jaringan secara global merekrut sekitar 500 hingga 600 warga negara Indonesia (BNPT), Forest Watch Indonesia (FWI) pada tahun 2015 mengatakan bahwa  kerusakan hutan Indonesia menjadi yang terparah di  dunia (sekitar 450ribu Ha pertahun), atau kekayaan 4 orang terkaya di Indonesia yang setara dengan kekayaan 80 juta penduduk Indonesia adalah beberapa contoh masalah global yang telah terbukti secara empiris dan dampaknya dirasakan secara langsung. Nah, tulisan saya kali ini akan mencoba sedikit membahas masalah yang saya kira akan berdampak langsung terhadap sendi-sendi ekonomi negara dalam beberapa tahun kedepan, penjajahan digital (digital colonization).
​Dunia saat ini tengah memasuki era ​​​ekonomi digital, tak terkecuali Indonesia. Kita telah diperkenalkan dengan berbagai bisnis digital serta start up yang menjadi kompetitor dan mendisrupsi secara perlahan para perusahaan yang semula berjaya. Beragam kemudahan dan kenyamanan ditawarkan dalam era ini, melalui e-commerce kita dapat membeli semua yang kita butuhkan dengan cepat, efisien, bahkan murah. Berdasarkan hasil riset Google dan Temasek berjudul "e-conomy SEA:  Unlocking the $200 billion opportuniy in Southeast Asia", pasar online Indonesia  siap meledak dengan nilai mencapai US$ 81 miliar pada 2025 dengan  pertumbuhan tahunan sebesar 26 persen. Dari total tersebut, 57 persen  atau US$ 46 miliar di antaranya berasal dari eCommerce. Indonesia diperkirakan mencapai 52 persen dari total pasar eCommerce di  Asia Tenggara pada 2025, naik dari 31 persen pada 2015. Pertumbuhan ini  didorong oleh populasi kelas menengah yang makin besar, peningkatan  akses internet, serta pertumbuhan kota tier 2 dan 3 yang  memiliki akses terbatas ke ritel. Indonesia, per tahun lalu, memiliki 92  juta pengguna internet dan jumlahnya diprediksi menjadi 215 juta pada  2020
Namun, sebenarnya siapakah yang diuntungkan dari era ekonomi digital saat ini? Sayangnya, produk luar negeri nyatanya masih menguasai sekitar 60% pasar e-commerce, sedangkan pangsa UKM baru mencapai 40% (katadata.co.id).
Pernahkah terpikir mengapa Alibaba dan Amazon begitu berinvestasi besar-besaran di e-commerce Indonesia? Platform e-commerce Indonesia sebagian telah digandeng oleh asing  seperti lazada dan tokopedia. Produk-produk produksi luar yang terkesan  lebih "wah" serta murah akan membanjiri pasar e-commerce kita, sangat  sesuai dengan  target berupa tipikal orang Indonesia yang konsumtif. Inilah yang disebut penjajahan digital, bagaimana barang produksi asing terjual bebas tanpa entry barier dan menghilangkan pajak yang seharusnya diterima negara.  Secara perlahan, para UMKM atau produsen yang belum mampu go digital, ​ akan terdisrupsi dan​​​ tergeser oleh produk-produk asing.  Mungkin bila dulu SDA kita yang dijajah, kini pasar/ marketplace kita yang akan dijajah. Tidak ada pilihan lain kecuali mempersiapkan UMKM kita agar siap go digital, sehingga tidak kalah dengan produk asing.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Sunday, 12 February 2017

Metode-Metode Restrukturisasi BUMN



Salah satu upaya peningkatan kesehatan BUMN / perusahaan dan pengembangan kinerja usaha adalah melalui restrukturisasi BUMN. Di Indonesia sendiri dalam rangka restrukturisasi, terdapat dua cara yang dominan dilakukan oleh Kementerian BUMN yaitu Privatisasi dan Rightsizing.

Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Sunday, 17 April 2016

Bom Waktu Kapitalisme Semen di Pegunungan Kendeng

Pembangunan infrastruktur besar-besaran di Indonesia telah menyebabkan eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam. Pembangunan jalan misalnya, jelas membutuhkan semen yang tidak sedikit. Demi mewujudkan efisiensi, daripada mengimpor semen, pemerintah memilih untuk melakukan alih fungsi lahan menjadi areal industri seperti membangun pabrik semen. Bahan baku dari semen salah satunya adalah karst atau batu gamping. Jawa Tengah memiliki potensi karst yang tersebar di pegunungan kendeng, yang meliputi wilayah Kudus, Jepara, Pati, Rembang, dan Blora.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Sunday, 31 January 2016

Kang Emil, Sampeyan Ndak Usah Niru Mas Joko



Hasil gambar untuk jokowi ridwan kamil
DKI Jakarta memang seksi. Mulai dari artisnya yang selalu pakai pakaian minim nun kurang bahan, sampai anak sekolahnya yang kemarin pingin ngerayain kelulusan pakai event “splash after clash”. Bukan cuma orang-orangnya, tapi logatnya juga ndak kalah seksi. Logat Jakarte udah jadi kiblat pergaulan anak gaul nasional. Belum keren kalau belum ngomong “gua/loe” atau belum nendang kalau misuh gak pakai “njir”. Kurang seksi apalagi? Saking seksinya, belum mulai Pilgub DKI, calon-calon sudah diadu.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Friday, 22 January 2016

Pura-Pura Sustainable Development

Perhatian masalah lingkungan hidup yang terpadu dengan pembangunan industri khususnya industri tambang di era globalisasi adalah sesuatu yang tidak bisa dielakkan. Pada era ini kesadaran akan lingkungan hidup yang sehat sebagai suatu hal yang essensial bagi kehidupan manusia semakin meningkat dari hari ke hari. Di Indonesia, pasca disahkannya UU No. 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, industri tambang nasional mulai marak investasi dari pihak luar.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Monday, 4 January 2016

Saat Sticker LINE Dipermasalahkan

“Semoga LINE Indonesia dan seluruh pemilik aplikasi di Playstore baik pengunduh maupun creator mau menyaring konten dan membuat kebijakan yang memegang prinsip hak anak (Convention on the Rights of the Child's)”

Saat Stiker Line Dipermasalahkan

Kalimat tersebut terpampang dengan jelas dalam laman change.org, sebagai bentuk protes dari Gioveny Astaning Permana, terhadap beberapa sticker line yang dinilai melanggar hak anak dalam konvensi hak anak. Saat tulisan ini dibuat (1/1/2016) petisi tersebut sudah ditandatangani oleh 6916 orang.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Bila ada Terompet Terbuat dari Sampul Al Quran


Ritual Pergantian tahun selain identik dengan kembang api juga tidak bisa dilepaskan dari terompet. Indonesia selaku negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia juga tidak ingin ketinggalan merayakan momen tahun baru. Penggunaan terompet sendiri hingga kini masih meninggalkan perdebatan di kalangan umat muslim. Konon meniup terompet adalah budaya yang berasal dari bangsa Yahudi sehingga umat Muslim dianjurkan untuk tidak meniru. Bila penggunaan terompet saja masih menimbulkan pro kontra, lalu bagaimana ketika terompet tersebut terbuat bersampul dari Al Quran.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Monday, 28 December 2015

Kucing Lokal, Jangan Baper Ya



Tulisan ini adalah tulisan remeh temeh, jadi yang suka tulisan berat jangan dilanjutkan membaca
Akhir-akhir ini mudah sekali menemukan banyak orang yang meng-upload foto-foto kucing di sosial medianya. Hampir setiap hari, baik itu di line, bbm, instagram, path, facebook dll selalu ada foto kucing. Mungkin bisa disebut bahwa kucing sudah menjadi salah satu artis yang punya banyak penggemar berat di sosial media. Ternyata popularitas ini bukan hanya di sosial media, kucing yang pada dasarnya adalah binatang yang manis, lucu, dan manja juga banyak dijadikan sebagai hewan peliharaan.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Indonesia Butuh Konten Televisi yang Mendidik




Televisi adalah sebuah media elektronik audio visual yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern, khususnya masyarakat Indonesia. Dalam kesehariannya, berbagai macam televisi berlomba-lomba menciptakan sebuah program guna mendapatkan hati masyarakat dan menguasai pangsa pasar.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Monday, 21 December 2015

Peralatan-peralatan KKN (Kuliah Kerja Nyata sambil Kongko Kongko Nyata)

Hallo mahasiswa tua, sudah tiba saatnya KKN ya? Berikut tips peralatan-peralatan KKN dari TIM KKN II Undip tahun 2015 di Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, Kudus yang bisa dijadikan referensi buat teman-teman yang akan menempuh KKN. Semoga bisa membantu dan bermanfaat selama KKN
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Menakar Kebebasan dalam Pers




Oleh: Pebri Tuwanto

Diskursus seputar kebebasan berbicara/ freedom of speech sepertinya memang tidak akan pernah ada habisnya. Topik ini menjadi lebih menarik terlebih ketika coba mengkaitkan antara kebebasan berbicara dan  kebebasan pers terhadap batasannya. Beberapa kalangan sepakat bahwa pers yang bermutu adalah indikator negara maju.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Thursday, 3 December 2015

Rekomendasi Film Hukum : A Few Good Man



How I Learn to Litigate by a Movie
Rasa jenuh terhadap kegiatan kampus, tugas kuliah, ujian, atau bahkan kisah percintaan tentunya tidak bisa dilepaskan dari tubuh mahasiswa. Terdapat banyak hal yang biasa dilakukan mahasiswa untuk melampiaskan rasa jenuhnya, salah satunya adalah dengan menonton film. Kali ini kami akan berikan salah satu rekomendasi film bergenre “legal thriller” yang tentunya patut kamu nikmati nih.
A Few Good Man (1992)
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Perguruan Tinggi dalam Jaring Neoliberalisme



Setahun terakhir, diskursus perihal PTN BH (Perguruan Tinggi Badan Hukum) selalu mengemuka dikalangan mahasiswa. Berbagai narasumber didatangkan demi memberi pencerahan perihal seluk beluk PTN BH. Kajian dan diskusi terus mengalir, menjadi pisau analisa kelebihan dan kekurangan PTNBH. Kampanye-kampanye calon dekan dan rektor pun tidak ketinggalan menyinggung kesiapan kampus yang akan menyandang status PTN BH. Mahasiswa, seperti biasanya ada yang optimis dan pesimis, adapula yang kritis dan apatis. Tulisan ini akan mencoba untuk memaparkan kritik terhadap PTN BH yang acap kali didengung-dengungkan dengan suara lantang penuh kebanggaan oleh beberapa kalangan.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

PERNYATAAN SIKAP LPM GEMA KEADILAN




Dengan ini kami, LPM Gema Keadilan, menyatakan MENENTANG KERAS  pembredelan yang dilakukan oleh pihak Rektorat  Universitas Krsiten Satya Wacana (UKSW) dan Kepolisian Resor Salatiga terhadap Majalah LPM Lentera No. 3 Tahun 2015 dengan judul “Salatiga Kota Merah” dan dampak yang mungkin saja timbul pasca pembredelan seperti pengawasan terhadap produk LPM Lentera, Intimidasi nilai dan administratif selama perkuliahan.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Memahami Depresiasi Rupiah




Fenomena nilai tukar rupiah yang telah menyentuh Rp14.326/US$ (14/9/2015) telah menarik perhatian banyak pihak pada beberapa bulan terakhir. Bukan tidak mungkin, ketika tulisan ini dimuat atau pada hari-hari selanjutnya, Rupiah akan menembus hingga Rp 15.000/US$. Umumnya setiap negara menginginkan nilai mata uangnya stabil terhadap mata uang negara lain, tak terkecuali Indonesia.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Thursday, 29 October 2015

Hukum Lingkungan Internasional


Pada dasarnya hukum dan tatanan sosial adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, karena keduanya saling terintegrasi dan mempengaruhi satu sama lain. Kita bisa melihat juga dari pendapat Cicero “Ubi societas ibi ius” bahwasanya dimana ada masyarakat disitu ada hukum. Mengingat dinamika sosial yang kian kompleks dari hari ke hari, hukum pun tidak bisa dilepaskan darinya. Hukum pun juga akan terus dinamis, mengatur kian kompleksnya tatanan sosial tadi, termasuk didalamnya adalah masalah lingkungan internasional.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Saturday, 19 September 2015

Kabut Asap dan Pertanggungjawaban Negara dalam Hukum Internasional

Permasalahan kabut asap seakan tak henti-hentinya menyelimuti langit Indonesia. Selama bertahun-tahun Pemerintah selalu bergelut dengan masalah tersebut. Riau adalah salah satu provinsi yang paling parah terkena dampaknya. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau pada 11 September 2015 sudah 43.386 orang yang terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Jumlah korban tentu lebih dari angka tersebut, karena tentunya masih ada warga yang tidak memeriksakan diri ke rumah sakit dan puskesmas. Perlu diketahui pula bahwa angka tersebut meningkat pesat karena pada 2013, korban ISPA di provinsi tersebut berjumlah 19.862 orang dan pada 2014 sejumlah 27.200 orang.
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Monday, 6 July 2015

Kajian atas Framework Convention on Tobacco Control dalam Persepektif Studi Hukum Kritis

Oleh : Pebri Tuwanto
 

Tulisan ini adalah makalah yang dibuat penulis dalam rangka mengkaji FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) dari kaca mata Critical Legal Studies
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Tuesday, 28 April 2015

Tes Keperawanan sebagai Bentuk Pelanggaran HAM

Tujuh belas tahun sudah era reformasi berjalan, beriringan dengan harapan akan pemenuhan atas hak asasi manusia yang dalam rezim terdahulu acap kali terabaikan. Namun, yang terjadi saat ini justru terungkap berbagai persoalan HAM yang semakin berwarna dari berbagai sudut negeri. Salah satu persoalan yang dalam setahun terakhir begitu hangat diperbincangkan adalah wacana akan tes keperawanan (virginity test).
Read More..
Bagikan Artikel Ini :

Sengkarut Dunia Pelayaran dalam Wacana Poros Maritim Dunia



Oleh : Pebri Tuwanto

Salah satu gagasan yang selama ini senantiasa dikumandangkan dalam memaksimalkan potensi dunia kelautan di Indonesia adalah dengan menjadikannya sebagai poros maritim dunia. Demi mengukuhkan diri sebagai poros maritim dunia, terdapat berbagai macam tantangan yang harus diatasi baik dari dalam maupun luar. Secara geografis, geopolitik, maupun geoekonomi Indonesia memang berada pada jalur yang tepat untuk meraih posisi sebagai poros maritim dunia..
Read More..
Bagikan Artikel Ini :